Category Archives: Uncategorized

بِسْـــــــــــ…

بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ

ASSALAMU’ALAIKU WR WB.. DITAHUN 2013 INI, SELAIN TAHUNNYA BARU, JUGA ADA YANG BARU. YAKNI SANTRIGENGGONG.WORDPRESS.COM  AKAN RESMI PINDAH KE http://www.santriaswaja.vv.si  . mohon dukungan yah sahabat-sahabat . dan insyaallah jika saya ada rejeki dan ada waktu saya akan membangun web portal islam Ahlussunnah Wal Jama’ah. karena itu impian saya,, bismillah… monggo berkunjung ke web http://www.santriaswaja.vv.si … Wassalam

Iklan

Artikel ini Cukup bermanfa’at, semoga kita adalah bagian dari Kaum Muslimin Mayoritas yang dimaksudkan oleh Baginda Rosulullah Saw.. Amien

Jundu Muhammad

Bismillah ar-Rahmaan ar-Rahiim.

Dengan semakin jauhnya zaman kita saat ini dengan zamannya baginda Nabi Muhammad Shollallaah ‘alaih wa sallam dan para sahabat, dan juga seiring dengan perkembangan dinamika masyarakat, maka dewasa ini sering kita lihat peselisihan di antara kaum muslimin sendiri. Terhadap permasalahan ini, Baginda Rasulullah Shollallaah ‘alaih wa sallam sudah memberikan pedoman bagi kita agar mengikuti as-sawaad al-a’zhom (jama’ah kaum muslimin yang terbanyak), karena kesepakatan mereka (as-sawaad al-a’zhom) mendekati ijma’, sehingga kemungkinan keliru sangatlah kecil.

حدثنا العباس بن عثمان الدمشقي . حدثنا الوليد بن مسلم . حدثنا معاذ بن رفاعة السلامي . حدثني أبو خلف الأعمى قال سمعت أنس بن مالك يقول سمعت رسول الله صلى الله عليه و سلم : يقول إن أمتي لا تجتمع على ضلالة . فإذا رأيتم اختلافا فعليكم بالسواد الأعظم

 “Sesungguhnya umatku tidak akan bersepakat pada kesesatan. Oleh karena itu, apabila kalian melihat terjadi perselisihan maka ikutilah kelompok mayoritas (as-sawad al a’zham).”
(HR. Ibnu Majah…

Lihat pos aslinya 503 kata lagi

Drama Mbah Maridjan di Puncak Merapi

Mbah Maridjan

Mbah Maridjan

Berperan tidaknya seorang pemimpin sangat tergantung pada karakter yang melekat pada dirinya, sementara karakter dibangun dalam proses pergumulan panjang yang kadang penuh dengan gejolak dan jatuh bangun serta berbagai suka duka. Semuanya itu membentu menjadi jiwa yang ulet, hati yang teguh dan kemauan yang kuat serta pengabdian yang tak kenal batas. Mbah Maridjan adalah salah satu contoh terakhir yang ditunjukkan kita pada saat ini. Ini sebuah pertunjukan yang sangat tepat dalam sebuah panggung politik nasional yang tidak memiliki karakter, sebab para pemimpinnya tidak memiliki jiwa yang ulet, hati yang tegih serta pengabdian yang mendalam. Semuanya bersifat kontraktual.

Dengan kekuatan spiritualnya Mbah Maridjan telah mampu menjaga keseimbangan antara mikrokosmos, manusia yang tercermin dalam dirinya, dengan makrokosmos yakni Gunung Merapi, selama belasan tahun mengabdi, dan selama itu pula berbagai letusan gunung terjadi, masyarakat selamat dan Mbah Maridjan Juga selamat. Sebagai pengabdian yang tulus, ia bertekad mengandikan dirinya seumur hidup untuk menjaga merapi, apalagi ini juga amanah dari Keraton Yogyakarta. Karena itu sebagai panglima Merapi tidak mungkin ia meninggalkan gelanggang, lari berarti meninggalkan tanggung jawab, pantang bagi seorang brahmana mengabaiakan tiugasnya, karena itu akan dipertahankan hingga denyut nadi penghabisan.

Tetapi sang aktor harus mati dalam episode letusan penghabisan, ini memberikan nilai dramatis dan sekaligus sebagai contoh yang dipentaskan di atas panggung Merapi yang dijaganya sendiri. Di atas panggung itu ia mencontohkan bagaimana seorang pemimpin mesti bertindak, dan bertanggung jawab, mengabdi sepenuhnya tanpa pamrih. Darma kematiannya memberikan pelajaran bagi pemipin kita bagaimana moral dan asketisme hidup mesti diperahankan. Asketisme itu tidak hanya menjaga keseimbangan antara sesama mikro kosmos  atau sesama manusia, tetapi juga sebagai sarana untuk menjaga keseimbangan mikro-kosmos dengan makro-kosmos.

Sebagai seorang spiritualis, Mbah Maridjan adalah seorang Rois Syuriyah Nahdlatul Ulama, dengan demikian dia seorang Kiai. Dengan kekiaiannya itulah dia tunjukkan ketinggian moralnya dan sekaligus kerendahan hatinya. Dia lebih banyak berbuat dan memberi keteladanan dari pada omongan. Dia telah menyatukan antara ilmu dengan laku, karena itu omongan hanya akan mengganggu laku. Laku sendiri sudah merupakan pelajaran yang langsung bisa dicerna oleh para muridnya atau masyarakat yang peka. Dengan kekiaiannya itu pula dia bisa menjalankan tugas secara proporsional bagaimana bisa bertindak tanpa harus melanggar syariat agama, terutama saat melaksanakan ritual di atas sana dalam upaya menjaga keseimbangan hidup.

Kerakusan dan lari dari tanggung jawab merupakan wajah dari kepemimpinan saaat ini, sumber daya akan dikeruk tanpa batas, hutan ditebang tanpa menyisakan akar untuk tumbuh kembali, sehingga mengakibatkan longsor dan banjir yang tidaka mengenal ampun. Alam tidak dijaga dan dipelihara, tetapi dimakan habis untuk memenuhi semangat konsumsi yang tidak ada batas, sehingga masyarakat menjadi masyarakat konsumtif yang mengkonsumsi apa saja, malampaui apa yang sebenarnya dibutuhkan, hanya demi nafsu dan kesenangan, tanpa memperhatikan keterbatasasn alam.

Tidak hanya sumber daya alam yang dihabiskan, kekayaan rakyat yang disimpan dalam kas negara juga diambil tanpa sisa baik secara resmi maupun melalui manipulasi. Sehingga pengambilan itu tidak lagi dikategorikan lagi sebagai korupsi, hukum tidak lagi bisa mendeteksi perilaku seperti itu. Karena itu korupotor selalu lepas dari jerat hukum, karena hukum bisa diakali dan dimanipulasi melalui proses jual beli.  Semuanya terjadi karena para pimpinan haus kekuasaan, haus kekayaan serta haus popularitas, padahal semuanya terjadi dengan biaya yang sangat mahal, tidak mungkin dipenuhi tanpa disertai korupsi.

Semua orang termasuk politisi bicara keras bagaimana melestarikan alam, dan menghadapi cuaca yang berubah, serta berbusa-busa mencari cara untuk memberantas korupsi. Mbah Maridjan tentu tidak pernah bicara persoalan seperti itu, karena itu sama sekali bukan cara untuk menyelesaikan masalah, dan memang masalah tidak berada di situ. Tetapi Mbah Maridjan menjalankan satu sikap dan langkah yang bisa menyelesaikan solusi semua problem itu, yaitu hidup asketik. Dengan asketisme tidak butuh uang lebih lalu korupsi. Dengan asketisme itu pula dia tidak perlu merusak dan menebangi pohon, merusak sungai.  Sebaliknya malah merawat dan melindunginya. Itulah pelajaran yang diberikan oleh Mbah Maridan dalam drama yang dipentaskan di atas Gunung Merapi. (Abdul Mun’im DZ)

(sumber)

‎”Kedewasaan seseorang”

‎”Kedewasaan seseorang tidak bisa dilihat dari cara dia berjalan, gaya berbicara, selera musik, gaya berpakaian dan hal-hal yang terlalu gampang untuk dibuat-buat lainnya, kedewasaan seseorang hanya dapat dilihat dari kebijaksanaannya dalam menentukan pilihan.”

(Alexius Acchnur)

Pengumuman : HAUL KE-56 Alm. Al-Arif Billah KH. Moh. Hasan Genggong

▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬
Assalamu’alaiku Wr. Wb.
HADIRILAH HAUL KE-56 Alm. Al-Arif Billah KH. Moh. Hasan Genggong, Sabtu,11 Syawal 1432/10 September 2011 jam 07.30(pagi) bertepatan di Masjid Al-Barokah Pesantren Zainul Hasan Genggong .
Semoga kita selalu mendapatkan Ridho Allah SWT, Syafa’atnya Rosullullah SAW, dan Barokah Para Masyayikh/Guru-guru/Pendahulu Genggong…. Amienn..
Wassalam….
▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬ஜ۩۞۩ஜ▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬▬

INFORMASI PENDAFTARAN LEMBAGA-LEMBAGA DIBAWAH NAUNGAN PESANTREN ZAINUL HASAN GENGGONG TAHUN AJARAN BARU 2011-2012

INFORMASI PENDAFTARAN SISWA BARU MTS ZAINUL HASAN 1 GENGGONG

YAYASAN PENDIDIKAN PESANTREN ZAINUL HASAN
MADRASAH TSANAWIYAH ZAINUL HASAN GENGGONG
(MTS ZAHA)
PAJARAKAN-PROBOLINGGO-JAWA TIMUR
Jl. KM-03 PZH Genggong Pajarakan Probolinggo 67281 Telp. (0335) 842279 Hp. 08123495244/08124920027 email:mtszaha@yahoo.com
PENERIMAAN SISWA BARU
Tahun Pelajaran 2011-2012
INFORMASI PENDAFTARAN
PERSYARATAN
  • Mengisi Formulir Pendaftaran
  • Menyerahkan Foto copy Ijazah/STL sebanyak 4 lembar
  • Surat Keterangan NISN (nomor induk siswa nasional)
  • Pas Photo berwarna berukuran 3 x 4 sebanyak 8 lembar
  • Bagi siswa yang tempat tinggalnya lebih dari 3 km diwajibkan di pondok pesantren
WAKTU PENDAFTARAN
  • GELOMBANG I         : Tanggal 10 Mei s/d 10 Juni 2011
  • GELOMBANG II        : Tanggal 14 Juni s/d 14 Juli 2011
  • JAM                            : 07.00 S/D 13.OO WIB
INFO BEASISWA
  • Beasiswa Bagi Siswa Prestasi, Dispensasi/keringanan biaya madrasah bagi wali murid yang kurang mampu.
PROGRAM PILIHAN
  • PROGRAM KHUSUS : Pola Pembelajaran 57 jam (Full Day School)
  • PROGRAM UMUM      : Pola Pembelajaran 48 jam (Reguler)
STUDENT’S DAY
Satu hari untuk menyalurkan minat dan bakat siswa :
  • Baca Al-qur’an bit tartil dan bit thaghani
  • Menghafal cepat Asma’ul Husna & angka
  • Kaligrafi arab dan umum/latin
  • Melukis/poster
  • Kreasi meding
  • Tata boga
  • Menjahit
  • Elektronik
  • Pidato multi bahasa
  • Sepak bola
  • Tenis meja
  • Bulu tangkis
  • Catur
  • Bela diri (LPS NU PAGAR NUSA)
PENDAFTARAN TIDAK DI PUNGUT BIAYA

Informasi Pendaftaran SMK Zainul Hasan 1 Genggong

Program Study Pilihan :

Lebih lengkapnya : (klik gambar untuk lebih jelasnya)
http://www.smkzahagenggong.co.cc

INFORMASI PENDAFTARAN SANTRI BARU PESANTREN ZAINUL HASAN GENGGONG

Assalamu’alaikum Warohmatullahiwabarokatuh…

Bismillahirrohmanirrohim, Menanggapi telah dekat datangnya Tahun Pelajaran Baru 2011. Maka dengan ini saya Administrator Blog ini menginformasikan kepada calon Santri Pesantren Zainul Hasan akan lembaga-lembaga yang ada dibawah naungan pesantren Zainul Hasan untuh membantu dalam proses pendaftaran. Dan Sebelumnya Mohon Maaf jika ada kekurangan dan kekeliruan didalam menginformasikan, dikarenakan Saya pribadi hanya menginformasikan atas apa yang saya ketahui. saya disini hanya sebatas Alumni.

SYARAT UMUM :

  • Beragama Islam
  • Sehat Jasmani dan Rohani
  • Niat Kuat untuk Mondok(tidak main-main)
  • ikhlas dan ridho untuk mematuhi Peraturan Pesantren Selama Menjadi Santri
  • Bersedia Tinggal Di asrama selama masih menjadi santri
  • mengisi form daan surat pernyataan bersedia di kaantor PIP.
  • Biaya Pendaftaran Rp. 100.000,- (insyaallah jika tidak ada perubahan)
  • segala sesuatunya dan lebih lengkapnya  bisa di tanyakan ke kontak person,

sedikit gambaran foto :

Asrama Putra Depan (daerah F)

Masjid Al-Barokah Pesantren Zainul Hasan

Tingkat Pendidikan Dasar

  • TK Zainul Hasan 1
  • Pendidikan Diniyah Pertama (PDMP) Zainul Hasan 1
  • SD Zainul Hasan 1
  • MI Kholafiyah Syafi’iyah Zainul Hasan 1

Tingkat Pendidikan Menengah

  • SMP Zainul Hasan 1
  • MTs Zainul Hasan 1
  • SMA Zainul Hasan 1
  • SMA Unggulan Hafshawaty Zainul Hasan BPPT
  • MA Zainul Hasan 1
  • MA Model (Unggulan) Hafshawaty Zainul Hasan
  • SMK Zainul Hasan 1, Program Keahlian: (prog, Teknik Mekanik Otomotif, Komputer Multimedia & TK/(Jaringan )

Tingkat Pendidikan Tinggi

  • STIH Zainul Hasan
  • STAI Zainul Hasan, Prody:PAI,PMH,PBA
  • AKPER Hafshawaty Zainul Hasan
  • STIKES Hafshawaty Zainul Hasan (DIploma IV Kebidanan & S1 Keperawatan)
  • AKBID Hafshawaty Zainul Hasan

Pendidikan Non Formal Dan Keterampilan Ekstrakulikuler

PENDIDIKAN NON FORMAL:

  • 1. Madrasah Raudlatul Qur’an
  • 2. Madrasah Diniyah
  • 3. Dirosah Khossoh
  • 4. Madrasah Salafiyah Tingkat Wustho
  • 5. Lembaga Keterampilan Komputer
  • 6. Lembaga Dakwah
  • 7. Lembaga Bahtsul Masa’il
  • 8. Lembaga Perpustakaan
  • 9. Lembaga Pengajian Mingguan
  • 10. Lembaga Pengajian Khusus Thoriqoh
  • 11. Lembaga IPSNU Pagar Nusa
  • 12. Lembaga Pengembangan Bahasa Arab
  • 13. Development Education English Program
  • 14. Balai Latihan Kerja
  • 15. Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)
  • 16. Yayasan Panti Asuhan Anak yatim
  • 17. Kursus Amtsilati
  • 18. Kursus Menghafal Cepat Asmaul Khusna
  • 19. Kursus Menghafal Cepat Al-Qur’an
  • 20. Training English Conversation
  • 21. Pramuka
  • 22. PMI
  • 23. Jurnalistik

FASILITAS PENUNJANG

  • 1. Bimbingan Baca Al-Qur’an
  • 2. Bimbingan Baca Kitab
  • 3. Latihan Organisasi dan Kepemimpinan
  • 4. Laboratorium IPA
  • 5. Laboratorium Bahasa
  • 6. Laboratorium Klinik Keperawatan
  • 7. Laboratorium Klinik Kebidanan
  • 8. Klinik Kesehatan Pondok Pesantren
  • 9. Ruang Audio Visual
  • 10. Diskusi dan Seminar
  • 11. Sarana Olah Raga (Basket, Sepak Bola, Bulu Tangkis, Bela diri(Pagar Nusa dan Singa Putih) dan sarana lainnya)
  • 12. Koperasi Pondok Pesantren (KOPONTREN)
  • 13. Wartel
  • 14. Ruang Auditorium
  • 15. Warnet / Rental Komputer
  • 16. Asrama Putra dan Asrama Putri
  • 17. Mini Market
  • 18. Hotspot (wireless Internet Connection)
  • 19. Beasiswa bagi santri yang tidak mampu dan prestasi
  • 20. Perpustakaan
  • 21. Sarana Informasi Radio Pesantren
  • 22. Sarana Informasi Media Internet (website or Blogs)
  • 23. dan beberapa Pondok Cabang

KONTAK PESANTREN /SEKRETARIAT PENDAFTARAN SANTRI BARU

PUSAT INFORMASI PESANTREN (PIP)

Alamat

  • Lantai 1 PO. Box. 01 PZH Genggong
  • Pajarakan, Probolinggo, Indonesia 67281

No Telpon

  • PIP 0335 842241
  • Bag. Keamanan > Bapak Lukmanul Hakim S.H [081333363338]
  • Bag. Informasi, dan Kediniyahan > Bapak Rosuli Zaid S.Hi [085236888097],
  • Bapak Alfin Fikri (Umum) 085258777855

Jika ada yang perlu ditanyakan bisa menghubungi Contact Person Diatas, atau kirim pesan ke saya pribadi.

Antara Dunia dan Akhirat

Assalamu’alaikum wr.wb.

Ketika kita mendengar kalimat dunia, maka akan terlintas dalam benak kita segala bentuk nyata dari ragam dan corak yang identik dan berhubungan dengan definisi dunia. Mobil, rumah, sepeda motor, gunung, lautan, langit, bumi, sapi dan hewan hewan lainnya termasuk makhluk penghias dunia yaitu anak anak dan wanita. Seluruhnya sangat familiar dan bersentuhan langsung dengan semua panca indera kita ini.

Namun ketika kita mendengar kalimat akhirat, maka mendadak rasio kita berputar 180 derajat. Daya pikir kita langsung di ‘paksa’ berimajinasi membayangkan sebuah alam yang belum pernah kita rasakan apalagi alami. Petunjuk petunjuk yang diberikan kepada kita memiliki modal awal sebelum petunjuk itu memberikan kita pemahaman utuh tentang akhirat itu sendiri yaitu iman. Iman merupakan sebuah modal wajib jika kita akan menyelami sebuah alam yang sangat mengharuskan kita untuk tidak hanya berimajinasi memakai akal pikiran saja namun membutuhkan penggalian iman dalam hati yang sesak dengan husnudz dzon (baik prasangka) serta keyakinan penuh kepada Sang Pencipta Akhirat, Allah swt.

Akhirat dalam pengertiannya diartikan sebagai tempat akhir atau ujung. Di alam itu kita diajak untuk menyelami sebuah makna mendalam tentang alam setelah semua hitungan berakhir dan semua dunia berujung. Bukan hanya berisi sebuah alam ‘baru’ paska dunia berakhir namun segala ‘kegiatan’ yang berlangsung didalamnya. Kekuatan alamnya absolut bertumpu pada Rahmat dan Keadilan Allah, Sang Maha Perkasa. Kedekatan atau jaga jarak para manusia yang dibangkitkan pada saat itu dengan Sang Kholiq sangat terasa hubungannya. Mereka tidak kuasa atas mereka sendiri secara jasmani dan rohani. Lidah mereka sudah tidak akan mewakili akal pikiran mereka. Berbeda dengan dunia yang dapat dipermainkan oleh nafsu para kholifahnya dengan pandai bersilat lidah dan pandai beradu argumen yang panjang!

Nah, di alam itu kita seakan berat untuk membayangkan bagaimana seutuhnya ‘skenario’ Allah. Kita hanya mendapat garis besarnya saja yakni kebangkitan dari alam kubur, Hisab kemudian titian Shirothol Mustaqim. Golongan yang ada pun pada saat itu hanya terbagi dua. Ashabul Yamin dan Ashabus Syimaal. Ahlul Jannah dan Ahlun Naar. Surga dan neraka pun sulit bagi kita untuk menggambarkannya secara utuh karena Sang Rasul pun sulit dalam menggambarkannya pada para sahabat yang mulia. Gambaran beliau Sang Baginda Agung hanyalah kalimat yang sudah cukup gambarkan kelebihan surga itu:
ما لا عين رأت ولا أذن سمعت ولا خطر على قلب بشر
“Tidak ada satu matapun yang melihat (keindahan/kedahsyatan siksaan) nya dan tidak ada satu telingapun yang mendengar (nikmat/siksaan) nya dan tidak ada satu suara batinpun yang hinggap (demi menggambarkan nikmat maupun siksaaan itu) terhadap hati seorang manusia”
Sekali lagi, iman disini lebih berperan bagi ‘para aktor dan aktris’ yang bermain didalamnya yaitu seluruh makhluk hidup. Para awwalin dan aakhirin. Ummat pada zaman lampau, saat ini dan yang akan datang. Termasuk kita yang akan menjadi calon pemain di dalamnya! Dengan iman, imajinasi yang berat tadi terasa sangat ringan untuk kemudian menjadi sebuah file memori bukan hanya dalam otak kita tapi juga hati nurani kita masing masing.

Dunia dan akhirat memang dua alam yang berbeda jauh. Baik dalam hal kenikmatan maupun sebaliknya. Termasuk pula dalam hal kondisi dan situasi. Sangat jauh berbeda. Tidakkah kita mau berpikir seberapa besar nanti kebahagiaan yang akan kita dapat di akhirat tersebut? Dunia ya saat ini, hari ini. Telah hinggap kenikmatannya dalam diri kita namun apakah semua nikmat itu dapat sebanding dengan nikmat di alam akhirat nanti? Tentu tidak! Dan tentu sangat konyol jika ada orang yang mempunyai sebuah keinginan untuk dapat keuntungan lebih di dunia dan keuntungan lebih di akhirat tanpa perjuangan karena Allah. Istilah kasarnya, nyari seneng di dunia (dengan melakukan maksiat dan hura hura) dan juga seneng di akhirat (masuk surga tanpa di hisab). Ini sebuah kebodohan yang nyata!

Seorang alim allamah dan waliyullah, sumber dari sebagian keturunan habaib yang mulia berjuluk Fakhrul Wujuud (Kebanggaan Dunia yang Ada ini), Assyaikh Abu Bakar bin Salim ‘alihi rohmatullahi Tabaaroka wa Ta’ala berkata:

“Dunia dan akhirat itu ibarat ibu dan anak perempuannya. Jika kita menikahi anaknya, maka haram bagi kita untuk menikahi ibunya. Dan jika kita menikahi ibunya, maka kita haram menikahi anak perempuannya tersebut!”

Nah, teman teman sekalian pilih yang mana? Pilihlah dengan bijak! 🙂

Moga bermanfaat. Amiin

Wassalamu’alaikum wr. wb.
oleh Val Hasan