Category Archives: HUMOR

NU itu Tawasuth

Pada sebuah acara pendidikan kader IPNU di Jember, ada kisah yang menyayat hati. Kisah itu bermula dari seorang kyai yang mengisi materi Aswaja.

“Kita tahu, nilai Aswaja itu salah satunya Tawasuth. Kita semua tahu juga, tawasuth itu artinya sikap agama yang mengambil jalan tengah. Tengah-tengah. Kata orang Jakarta, Tawasuth itu moderat. NU itu Tawasuth,” kata kyai kita ini.

“Tapi ada ta’rif Tawasuth yang kita semua belum tahu. Ya, NU itu Tawasuth. Apa itu?” papar kyai datar.

“NU itu Tawasuth. Artinya NU itu hidup di tengah-tengah garis kemiskinan. Contohnya saya. Anak saya tujuh, tapi kamar tidur di rumah hanya ada dua. Untung ada pesantren. Saya pesantrenkan saja lima anak saya. Alhamdulillah, di rumah jadi tidak empet-empetan,” jelas sang kyai. (Hamzah Sahal)

Iklan

hUMOR dari Gus dur; Orang NU Gila

Rumah Gus Dur di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan, sehari-harinya tidak pernah sepi dari tamu. Dari pagi hingga malam, bahkan tak jarang sampai dinihari para tamu ini datang silih berganti baik yang dari kalangan NU ataupun bukan. Tak jarang mereka pun datang dari luar kota.

Menggambarkan fanatisme orang NU, kata Gus Dur, menurutnya ada 3 tipe orang NU. “Kalau mereka datang dari pukul tujuh pagi hingga jam sembilan malam, dan menceritakan tentang NU, itu biasanya orang NU yang memang punya komitmen dan fanatik terhadap NU,” tegas Gus Dur.

Orang NU jenis yang kedua, mereka yang meski sudah larut malam, sekitar jam dua belas sampai jam satu malam, namun masih mengetuk pintu Gus Dur untuk membicarakan NU, “Itu namanya orang gila NU,” jelasnya.

“Tapi kalau ada orang NU yang masih juga mengetuk pintu rumah saya jam dua dini hari hingga jam enam pagi, itu namanya orang NU yang gila,” kata Gus Dur sambil terkekeh.(okezone)

hUMOR; Mbah Maridjan “Beragama” NU

Mbah Maridjan

KH Hasyim Muzadi, saat itu masih menjabat sebagai ketua umum PBNU, membawa oleh-oleh menarik dari lereng Merapi saat terjadi letusan Merapi tahun 2006 lalu. Saat berkunjung ke tempat pengungsian, Hasyim berkesempatan bertemu dengan Mbah Maridjan, juru kunci Gunung Merapi.

Pada kesempatan itu Hasyim menghadiahi sebuah jaket yang pada bagian belakangnya terdapat gambar logo Nahdlatul Ulama (NU).

Mengetahui hal itu, Mbah Maridjan kontan mengatakan, “Nggih niki agomo kulo. Agomo kulo niku NU,” (“Ya ini agama saya. Agama saya itu adalah NU”) serunya seraya menunjuk logo NU pada jaket tersebut.

Penasaran, Hasyim lantas bertanya, “Sanes Islam, Mbah?” (“Bukannya Islam, Mbah?”)

“Nggih sami mawon,”
(“Ya sama saja”) jawab Mbah Maridjan sambil tertawa.

Tokoh masyarakat setempat yang telah meninggal dunia akibat terkena wedhus gembel atau awan panas akibat letusan Merapi ini merupakan wakil rais syuriah Majelis Wakil Cabang NU Cangkringan, Sleman.

Original Content At Website NU