Monthly Archives: Desember 2012

Tuduhan “Penyembah Kuburan” pada Sayyid Muhammad bin Alwi Al-Maliki

Diantara tokoh karismatik yang menjadi sasaran tembak kaum wahabi untuk dirusak reputasinya dengan alasan terjerumus dalam berbagai lumpur bid’ah dan syirik, adalah Sayyid

Alm. Al Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki

Alm. Al Sayyid Muhammad bin Alawi Al Maliki

Muhammad al-Maliki, yang memiliki banyak pengikut dan murid yang tersebar diberbagai penjuru Indonesia. Oleh karena reputasi keduanya sangat harum dan pengaruhnya cukup besar di Indonesia, kaum wahabi berusaha merusak citra beliau dengan menyebarkan buku yang isinya menghujat pribadi keduanya secara ideologis, bahwa beliau terjerumus dalam lumpur bid’ah dan kesyirikan.

Dalam kitab Hadzihi Mafahimuna, Shalih alu- Syaikh, berusaha menyematkan stigma negatif kepada al-Sayyid Muhammad bin Alawi al-Maliki dengan melakukan kritik terhadap hadits-hadits terkait ma­salah tawasul. Diantaranya dengan mengatakan bahwa al-Sayyid Muhammad sebagai penyembah kuburan dikarenakan beliau menganjurkan ziarah kubur dengan menulis bab khusus masalah ziarah dalam kitab-nya Mafahim Yajibu an Tushahhah.

Read the rest of this entry

Iklan

Pandangan Islam Mengenai Trinitas(Tritunggal) Ketuhanan

“Dan ingatlah ketika Allah berfirman “Hai Isa, putra Maryam, adakah engkau mengatakan kepada manusia: Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?. Isa menjawab: Mahasuci Engkau , tidaklah paut bagiku mengatakan apa yan bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakannya, tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib.” QS. Al-Maidah: 116

Trinitas adalah keyakinan yang mendasar dalam agama Kristen. Dalam Islam, dalam hal ini Al- Qur’an, juga dibicarakan ihwal Trinitas. Lalu, bagaimana pandangan Islam tentang keyakinan ini?

 

Read the rest of this entry

Orang Tua Rosulullah SAW Pasti di Surga!

Rosulullah

Nabi Rosulullah Saw

Seorang mukmin tak akan mengingkari bahwa Nabi Muhammad SAW adalah nabi terakhir, nabi yang me­miliki kemuliaan dan derajat yang ter­tinggi, baik di langit maupun di bumi. Kemuliaannya dinyatakan oleh Allah SWT dengan firman-Nya yang artinya, “Dan sesungguhnya Engkau (ya Muham­­mad) benar-benar berada di atas akhlaq yang agung.” (QS Al-Qalam: 4).

Jika yang kecil menyifati sesuatu de­ngan “agung”, yang dewasa belum tentu menganggapnya agung. Tetapi jika Allah, Yang Mahabesar menyifati sesua­tu dengan kata “agung”, tidak dapat ter­bayangkan betapa besar keagungan­nya. Dan sudah tentu, makhluk yang agung tidak mungkin keluar kecuali dari rahim yang agung pula.

Kemuliaan Nabi Muhammad SAW mencakup segala hal, termasuk nasab­nya (keturunannya). Beliaulah manusia yang paling baik nasabnya secara mut­lak. Nasab beliau berada di puncak ke­muliaan. Musuh-musuh beliau pun mem­beri pengakuan atas hal tersebut.

Read the rest of this entry

Kajian Problematika Umat : Musim Hujan dan Percikan air hujan ditanah. najiskah ?

hukum najis percikan air hujan

ilustrasi air hujan

Seiring dengan datangnya musim hujan, banyak ruas jalan yang tergenangi air hujan maupun lumpur, sehingga disaat sedang mengendarai sepeda motor atau ketika sedang berjalan kaki  percikan air maupun lumpur tersebut mengenai pakaian yang kita kenakan. Bagaimanakah hukum pakaian tersebut?

Islam adalah agama pembawa rahmat bagi seluruh umat manusia, terkhusus bagi umat muslim. Kaitanya dengan masalah pakaian, Islam sangat menganjurkan umatnya untuk berhati-hati dalam menjaga kesucian pakaian dari najis, karena hal ini berpengaruh terhadap sah dan tidaknya shalat, baik yang menempel pada pakaian, badan maupun tempat shalat.

Namun demikian Islam juga memperhatikan kemudahan, agar tidak terjadi kesulitan. Oleh karena itu, ada beberapa najis yang dimaafkan, karena sulit dihilangkan ataupun dihindari.  Sebagaimana yang disebutkan dalam Kitab Al-Wajiz (Syarhul Kabir) karya Imam Al-Ghazali.

قال الغزالي : يُعْذَرُ مِنْ طِيْنِ الشَّوَارِعِ فِيْمَا يَتَعَذَّرُ الإِحْتِرَازُ عَنْهُ غَالِبًا

Imam Al-Ghazali berkata: Pakaian yang terkena percikan lumpur maupun air dijalan karena sulitnya menghindarkan diri darinya, maka hal ini dimaafkan. Read the rest of this entry