Monthly Archives: April 2011

Menyambut Haul Alm. KH. Damanhuri Romli, at Pesantren Zainul Hasan Genggong

Dalam rangka menyambut Haul Alm. KH. Damanhuri Romli, Lembaga Pencak Silat Nahdlatul Ulama’ (LPSNU) Pagar Nusa, dan Komunitas Sepeda Tua Kraksaan (KONSTAN), mengadakan berbagai macam acara:
1.  TANDING(tempok) BEBAS antar pagar Nusa se-Jawa Timur,
Hari : Jumat malam Sabtu
Tanggal : 22 April 2011
Jam : 19.00 s/d selesai
Tempat : Halaman P5 PZH Genggong

2. Onthel Goes To Pesantren Part 2
Hari : Sabtu – Minggu
Tanggal : 23 – 24 April 2011
Tempat : Halaman P5 PZH Genggong
– kontribusi pesera Rp. 10.000, (mendapatkan PIN, piagam, kupon kuliner, kupon doorprizes).
– bagi pserta dari luar kota, disediakan tempat istirahat, MCK, parker aman dan nyaman.
– hiburan: Expo Pesantren, Musik Tradisional, Nonton Film Bareng, Ramah Tamah, dan Klitikan.
– hadiah dan doorprizes : 1 ekor sapi, 2 ekor kambing, dan ratusan hadiah lainnya.

Acara Puncak: Haul Alm. KH. Damanhuri Romli
Hari : Kamis malam Jumat
Tanggal : 28 April 2011 (25 jumadil Ula 1432 H)
Jam : 19.00
Tempat : Halaman P5 PZH Genggong

Posting ini sekaligus merupakan undangan bagi alumni, simpatisan PZH Genggong, dan masyarakat umum.

Wassalamu Alaikum War. Wab.

Official Website : http://www.pzhgenggong.com

Iklan

Acara Pernikahan Penulis Naskah Sinetron Islam KTP (SCTV) dengan Salah Satu Putri Keluarga Pesantren Zainul Hasan Genggong, probolinggo

Prosesi Acara Ijab Qobul

Blog Santri Genggong Online, Probolinggo:

Suasana Indah dan Haru mewarnai acara pernihakah penulis islam KTP yaitu Nasrul Warid dan mempelai wanita Gina Nafsi Bilqis dari Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo, Jawa Timur. Bahkan Tebe(Artis Cilik Islam KTP, SCTV) meneteskan air mata menyaksikan pernikahan kakaknya.

Wajah Tebe begitu berseri-seri. Ia memperkenalkan beberapa sanak famili yang akan mengiringi Nasrul menuju kediaman calon istrinya. Pemilik nama Tubagus Indra Zul Farwansyah itu pun tak kenal lelah bercengkerama dengan suara khasnya.

Sesampainya di tempat mempelai wanita di Pondok  Pesantren Zainul Hasan yaitu (Pondok Cabang) Ponpes Bustanul Hasan, Genggong, Nasrul beserta Tebe dan keluarga besar disambut salawat dan marawis. Air mata Nasrul pun bercucuran saat larut mendendangkan salawat. Begitu juga Tebe.

Usai mendendangkan salawat, Nasrul dan Gina mengikuti prosesi pernikahan secara Islami. Nasrul memberikan mahar uang sebesar Rp 5.300.000 dan emas seberat 55 gram. Sang penulis naskah Islam KTP itu pun dengan tegas mengucapkan ijab kabul berbahasa Arab dengan lancar.

Malam harinya, pernikahan Nasrul dan Farid dirayakan secara meriah. Selain seluruh kru dan artis sinteron Islam KTP, beberapa artis seperti Anjasmara, sejumlah tokoh seperti Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan Anggota DPR RI Angelina Sondakh juga meghadiri acara itu.

Di Ambil dari Sctv News dan Artike SCTV ShowBiz ( http://showbiz.liputan6.com/berita/201104/327883/mengharukan_pernikahan_penulis_islam_ktp )

sebagian gambar juga diambil dari pzhgenggong.blogspot.com

Pentingnya Ilmu Tafsir

Tidaklah Allah menurunkan Al-Qur’an Al-Karim kepada manusia melainkan agar mereka memahaminya, memikirkan dan mengamalkannya. Allah Ta’ala beriman,

Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran. (QS. Shod: 29)

Ibnu Jarir Ath-Thobari berkata,

Di dalam hasungan Allah kepada hamba-hamba-Nya agar mereka mengambil ibroh dari ayat-ayat Al-Qur’an terpadat perintah yang mewajibkan mereka mengetahui tafsir ayat-ayat yang mampu diketahui oleh manusia.

Ibnu Mas’ud berkata,

Sungguh seseorang di antara kami (sahabat) jika mempelajari sepuluh ayat dari Al-Qur’an tidak akan melampauinya sampai dia mengetahui maknanya dan mengamalkannya.

Dan merupakan hal yang dimaklumi bahwa yang dimaksud dengan setiap perkataan adalah pemahaman makna-maknanya, bukan sekedar lafadznya. Maka Al-Qur’an lebih berhak untuk dipahami daripada semua perkataan. Sa’id bin Jubair berkata,

Barangsiapa membaca Al-Qur’an kemudian tidak tahu tafsirnya, maka seakan-akan dia seperti orang buta atau orang badui (Arab gunung).

Dan Allah telah mencela ahli kitab karena mereka berpaling dari kitabullah yang diturunkan kepada mereka. Mereka sibuk mengurusi dunia dan mengumpulkannya. Maka wajib bagi kita kaum muslimin untuk berhenti dari apa yang dicela oleh Allah dan melaksanakan perintah-Nya untuk mempelajari kitabullah dan memahaminya. Allah dengan berirnan,

Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulahmasa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik. (QS. Al-

Hadid: 16)

Imam Suyuthi berkata, “Para ulama telah sepakat bahwa ilmu tafsir termasuk dari fardhu-fardhu kifayah.”Dengan ungkapan senada, Al-Anshori berkata, “Pekerjaan yang paling mulia untuk digeluti manusia adalah tafsir Al-Qur’an.”

di cuplik dari e-book dari  http://www.vbaitullah.or.id