Monthly Archives: Februari 2011

Ketua PBNU Jawa Timur KH. Mutawakkil Alallah : “NU Setuju Koruptor Dimiskinkan”

SURABAYA – Wacana untuk memiskinkan tersangka korupsi mendapat apresiasi kalangan Nahdhotul Ulama (NU). Sebab, dengan pemiskinan itu diyakini akan membuat jera.

Menurut KH Mutawakil Alalloh, Ketua Tanfidziah Pengurus Wilayah Nahdhotul Ulama (PWNU) Jawa Timur, koruptor masih ‘bermain-main’ dengan hukum di Indonesia karena masih memiliki uang dari hasil korupsinya itu.

“NU sepakat dengan memiskinkan koruptor selain itu harus dijatuhi hukuman berat,” katanya, Senin (15/11/2010).

Dia juga mengatakan, selama ini para koruptor dengan seenaknya memainkan hukum di Indonesia. Berkaca dari kasus Mafia Pajak Gayus Tambunan, meski tersangka sudah dimasukkan ke penjara, bisa seenaknya pelesir ke Bali. Gayus menyuap para penegak hukum.

“Korputor jika sudah miskin tidak bisa seenaknya menginjak-injak hukum di Indonesia,” tegas pengasuh Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo ini.

Selain itu, NU juga mendukung terkait memasukkan kurikulum antikorupsi ke dalam sekolah tingkat dasar hingga sekolah menengah atas. Menurut Mutawakkil, korupsi ini memiliki bahaya laten multidimensi, sehingga harus ada pencegahan sejak dini.

“NU juga mendukung untuk memasukkan kurikulum antikorupsi kepada pelajaran sekolah, dengan demikian ke depan generasi muda tidak akan menjadi generasi yang korup,” katanya.

Sebelumnya, wacana memiskinkan koruptor ini mencuat ketika Gayus Halomoan Tambunan, tersangka Mafia Pajak dengan seenaknya menyuap kepala Mako Brimop Kelapa Dua Depok.

Akibatnya, milliader kasus pajak ini dengan mudah keluar masuk penjara dan menyaksikan pertandingan tenis di Bali. Selain Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfudz MD, wacana itu juga disepakati Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar.

Dikutip dari —oleh Nurul Arifin – Okezone

Iklan

INFORMASI PENDAFTARAN SANTRI BARU PESANTREN ZAINUL HASAN GENGGONG

Assalamu’alaikum Warohmatullahiwabarokatuh…

Bismillahirrohmanirrohim, Menanggapi telah dekat datangnya Tahun Pelajaran Baru 2011. Maka dengan ini saya Administrator Blog ini menginformasikan kepada calon Santri Pesantren Zainul Hasan akan lembaga-lembaga yang ada dibawah naungan pesantren Zainul Hasan untuh membantu dalam proses pendaftaran. Dan Sebelumnya Mohon Maaf jika ada kekurangan dan kekeliruan didalam menginformasikan, dikarenakan Saya pribadi hanya menginformasikan atas apa yang saya ketahui. saya disini hanya sebatas Alumni.

SYARAT UMUM :

  • Beragama Islam
  • Sehat Jasmani dan Rohani
  • Niat Kuat untuk Mondok(tidak main-main)
  • ikhlas dan ridho untuk mematuhi Peraturan Pesantren Selama Menjadi Santri
  • Bersedia Tinggal Di asrama selama masih menjadi santri
  • mengisi form daan surat pernyataan bersedia di kaantor PIP.
  • Biaya Pendaftaran Rp. 100.000,- (insyaallah jika tidak ada perubahan)
  • segala sesuatunya dan lebih lengkapnya  bisa di tanyakan ke kontak person,

sedikit gambaran foto :

Asrama Putra Depan (daerah F)

Masjid Al-Barokah Pesantren Zainul Hasan

Tingkat Pendidikan Dasar

  • TK Zainul Hasan 1
  • Pendidikan Diniyah Pertama (PDMP) Zainul Hasan 1
  • SD Zainul Hasan 1
  • MI Kholafiyah Syafi’iyah Zainul Hasan 1

Tingkat Pendidikan Menengah

  • SMP Zainul Hasan 1
  • MTs Zainul Hasan 1
  • SMA Zainul Hasan 1
  • SMA Unggulan Hafshawaty Zainul Hasan BPPT
  • MA Zainul Hasan 1
  • MA Model (Unggulan) Hafshawaty Zainul Hasan
  • SMK Zainul Hasan 1, Program Keahlian: (prog, Teknik Mekanik Otomotif, Komputer Multimedia & TK/(Jaringan )

Tingkat Pendidikan Tinggi

  • STIH Zainul Hasan
  • STAI Zainul Hasan, Prody:PAI,PMH,PBA
  • AKPER Hafshawaty Zainul Hasan
  • STIKES Hafshawaty Zainul Hasan (DIploma IV Kebidanan & S1 Keperawatan)
  • AKBID Hafshawaty Zainul Hasan

Pendidikan Non Formal Dan Keterampilan Ekstrakulikuler

PENDIDIKAN NON FORMAL:

  • 1. Madrasah Raudlatul Qur’an
  • 2. Madrasah Diniyah
  • 3. Dirosah Khossoh
  • 4. Madrasah Salafiyah Tingkat Wustho
  • 5. Lembaga Keterampilan Komputer
  • 6. Lembaga Dakwah
  • 7. Lembaga Bahtsul Masa’il
  • 8. Lembaga Perpustakaan
  • 9. Lembaga Pengajian Mingguan
  • 10. Lembaga Pengajian Khusus Thoriqoh
  • 11. Lembaga IPSNU Pagar Nusa
  • 12. Lembaga Pengembangan Bahasa Arab
  • 13. Development Education English Program
  • 14. Balai Latihan Kerja
  • 15. Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)
  • 16. Yayasan Panti Asuhan Anak yatim
  • 17. Kursus Amtsilati
  • 18. Kursus Menghafal Cepat Asmaul Khusna
  • 19. Kursus Menghafal Cepat Al-Qur’an
  • 20. Training English Conversation
  • 21. Pramuka
  • 22. PMI
  • 23. Jurnalistik

FASILITAS PENUNJANG

  • 1. Bimbingan Baca Al-Qur’an
  • 2. Bimbingan Baca Kitab
  • 3. Latihan Organisasi dan Kepemimpinan
  • 4. Laboratorium IPA
  • 5. Laboratorium Bahasa
  • 6. Laboratorium Klinik Keperawatan
  • 7. Laboratorium Klinik Kebidanan
  • 8. Klinik Kesehatan Pondok Pesantren
  • 9. Ruang Audio Visual
  • 10. Diskusi dan Seminar
  • 11. Sarana Olah Raga (Basket, Sepak Bola, Bulu Tangkis, Bela diri(Pagar Nusa dan Singa Putih) dan sarana lainnya)
  • 12. Koperasi Pondok Pesantren (KOPONTREN)
  • 13. Wartel
  • 14. Ruang Auditorium
  • 15. Warnet / Rental Komputer
  • 16. Asrama Putra dan Asrama Putri
  • 17. Mini Market
  • 18. Hotspot (wireless Internet Connection)
  • 19. Beasiswa bagi santri yang tidak mampu dan prestasi
  • 20. Perpustakaan
  • 21. Sarana Informasi Radio Pesantren
  • 22. Sarana Informasi Media Internet (website or Blogs)
  • 23. dan beberapa Pondok Cabang

KONTAK PESANTREN /SEKRETARIAT PENDAFTARAN SANTRI BARU

PUSAT INFORMASI PESANTREN (PIP)

Alamat

  • Lantai 1 PO. Box. 01 PZH Genggong
  • Pajarakan, Probolinggo, Indonesia 67281

No Telpon

  • PIP 0335 842241
  • Bag. Keamanan > Bapak Lukmanul Hakim S.H [081333363338]
  • Bag. Informasi, dan Kediniyahan > Bapak Rosuli Zaid S.Hi [085236888097],
  • Bapak Alfin Fikri (Umum) 085258777855

Jika ada yang perlu ditanyakan bisa menghubungi Contact Person Diatas, atau kirim pesan ke saya pribadi.

Antara Dunia dan Akhirat

Assalamu’alaikum wr.wb.

Ketika kita mendengar kalimat dunia, maka akan terlintas dalam benak kita segala bentuk nyata dari ragam dan corak yang identik dan berhubungan dengan definisi dunia. Mobil, rumah, sepeda motor, gunung, lautan, langit, bumi, sapi dan hewan hewan lainnya termasuk makhluk penghias dunia yaitu anak anak dan wanita. Seluruhnya sangat familiar dan bersentuhan langsung dengan semua panca indera kita ini.

Namun ketika kita mendengar kalimat akhirat, maka mendadak rasio kita berputar 180 derajat. Daya pikir kita langsung di ‘paksa’ berimajinasi membayangkan sebuah alam yang belum pernah kita rasakan apalagi alami. Petunjuk petunjuk yang diberikan kepada kita memiliki modal awal sebelum petunjuk itu memberikan kita pemahaman utuh tentang akhirat itu sendiri yaitu iman. Iman merupakan sebuah modal wajib jika kita akan menyelami sebuah alam yang sangat mengharuskan kita untuk tidak hanya berimajinasi memakai akal pikiran saja namun membutuhkan penggalian iman dalam hati yang sesak dengan husnudz dzon (baik prasangka) serta keyakinan penuh kepada Sang Pencipta Akhirat, Allah swt.

Akhirat dalam pengertiannya diartikan sebagai tempat akhir atau ujung. Di alam itu kita diajak untuk menyelami sebuah makna mendalam tentang alam setelah semua hitungan berakhir dan semua dunia berujung. Bukan hanya berisi sebuah alam ‘baru’ paska dunia berakhir namun segala ‘kegiatan’ yang berlangsung didalamnya. Kekuatan alamnya absolut bertumpu pada Rahmat dan Keadilan Allah, Sang Maha Perkasa. Kedekatan atau jaga jarak para manusia yang dibangkitkan pada saat itu dengan Sang Kholiq sangat terasa hubungannya. Mereka tidak kuasa atas mereka sendiri secara jasmani dan rohani. Lidah mereka sudah tidak akan mewakili akal pikiran mereka. Berbeda dengan dunia yang dapat dipermainkan oleh nafsu para kholifahnya dengan pandai bersilat lidah dan pandai beradu argumen yang panjang!

Nah, di alam itu kita seakan berat untuk membayangkan bagaimana seutuhnya ‘skenario’ Allah. Kita hanya mendapat garis besarnya saja yakni kebangkitan dari alam kubur, Hisab kemudian titian Shirothol Mustaqim. Golongan yang ada pun pada saat itu hanya terbagi dua. Ashabul Yamin dan Ashabus Syimaal. Ahlul Jannah dan Ahlun Naar. Surga dan neraka pun sulit bagi kita untuk menggambarkannya secara utuh karena Sang Rasul pun sulit dalam menggambarkannya pada para sahabat yang mulia. Gambaran beliau Sang Baginda Agung hanyalah kalimat yang sudah cukup gambarkan kelebihan surga itu:
ما لا عين رأت ولا أذن سمعت ولا خطر على قلب بشر
“Tidak ada satu matapun yang melihat (keindahan/kedahsyatan siksaan) nya dan tidak ada satu telingapun yang mendengar (nikmat/siksaan) nya dan tidak ada satu suara batinpun yang hinggap (demi menggambarkan nikmat maupun siksaaan itu) terhadap hati seorang manusia”
Sekali lagi, iman disini lebih berperan bagi ‘para aktor dan aktris’ yang bermain didalamnya yaitu seluruh makhluk hidup. Para awwalin dan aakhirin. Ummat pada zaman lampau, saat ini dan yang akan datang. Termasuk kita yang akan menjadi calon pemain di dalamnya! Dengan iman, imajinasi yang berat tadi terasa sangat ringan untuk kemudian menjadi sebuah file memori bukan hanya dalam otak kita tapi juga hati nurani kita masing masing.

Dunia dan akhirat memang dua alam yang berbeda jauh. Baik dalam hal kenikmatan maupun sebaliknya. Termasuk pula dalam hal kondisi dan situasi. Sangat jauh berbeda. Tidakkah kita mau berpikir seberapa besar nanti kebahagiaan yang akan kita dapat di akhirat tersebut? Dunia ya saat ini, hari ini. Telah hinggap kenikmatannya dalam diri kita namun apakah semua nikmat itu dapat sebanding dengan nikmat di alam akhirat nanti? Tentu tidak! Dan tentu sangat konyol jika ada orang yang mempunyai sebuah keinginan untuk dapat keuntungan lebih di dunia dan keuntungan lebih di akhirat tanpa perjuangan karena Allah. Istilah kasarnya, nyari seneng di dunia (dengan melakukan maksiat dan hura hura) dan juga seneng di akhirat (masuk surga tanpa di hisab). Ini sebuah kebodohan yang nyata!

Seorang alim allamah dan waliyullah, sumber dari sebagian keturunan habaib yang mulia berjuluk Fakhrul Wujuud (Kebanggaan Dunia yang Ada ini), Assyaikh Abu Bakar bin Salim ‘alihi rohmatullahi Tabaaroka wa Ta’ala berkata:

“Dunia dan akhirat itu ibarat ibu dan anak perempuannya. Jika kita menikahi anaknya, maka haram bagi kita untuk menikahi ibunya. Dan jika kita menikahi ibunya, maka kita haram menikahi anak perempuannya tersebut!”

Nah, teman teman sekalian pilih yang mana? Pilihlah dengan bijak! 🙂

Moga bermanfaat. Amiin

Wassalamu’alaikum wr. wb.
oleh Val Hasan

Tentang Kesabaran

Kehidupan dunia penuh dengan warna. Ada pula yang mengatakan kehidupan ini bagaikan ombak di lautan.Ada pasang dan surut. ada bahagia ada sengsara.Nah, ketika sengsara melanda kita,kita tidak pernah tahu seberapa besar kesengsaraan itu menimpa kita dan seberapa jauh kita dapat sabar menanggungnya.Sebenarnya kita tidak perlu panik apalagi putus asa ketika sengsara ini datang. Sengsara bukan berarti kita harus miskin loh. Sengsara dapat berarti pula kesulitab ekonomi, kesehatan yang memburuk, kondisi keluarga yang tidak stabil dsb.

Oke, kita sepakat bahwa kita nggak mau sengsara ini melanda tapi eits… jangan salah dulu! Kita berada di alam dunia. Tempat payah dan susah. Tempat hina dan sengsara. Tempat cobaan dan ujian. Jadi sudah semestinyalah sebuah kesabaran jadi modal kita.

Sabar itu ada 3.
1.Sabar menghadapi cobaan Allah
2.Sabar menjalani ibadah yang Allah wajibkan pada kita
3.Sabar menjauhi segala larangan Allah

Yang kedua dan ketiga dapat kita laksanakan hanya dengan hati yang ikhlas dan keyakinan yang penuhi. Godaan dapat kita tepis dengan banyak berdzikir kepada Allah swt. Namun yang pertama, sudah banyak dari teman teman kita yang kemudian kehilangan jati diri agamanya karena cobaan Allah. Padahal dalam hal ukuran, Allah sebenarnya telah memberi kita cobaan yang sesuai dengan kapasitas keimanan kita. Subhanallah…

Allah berfirman : لا يكلف الله نفسا الا وسعهـا
Yang artinya: Allah swt tidak membebani seseorang dengan cobaan kecuali orang tersebut mampu menanggungnya.

Betapa cintanya allah pada kita sehingga Ia masih ‘memperhitungkan’ (kurang lebih begitulah pengertiannya) seberapa besar cobaan yang Allah berikan kepada kita. Jadi, tidak ada alasan bagi kita untuk kemudian berputus asa dari rahmat Allah swt apalagi sampai memprotes kebijakan Allah kepada kita yang telah Ia gariskan pada kita sejak zaman Azali bukan?

Semoga kita diberi kesabaran ekstra dalam hal apapun. Amiin 🙂
Penulis Val Hasan

Amalan untuk menjauhkan kita dari bahaya dan bala’

Al Imam Ad Dairoby berkata dalam kitab Mujarrobat beliau:
Sebagian orang yang ahli ma’rifah yang mempunyai bashiroh (penglihatan mata hati) yang kuat berkata bahwa di setiap tahunnya Allah swt menurunkan bala’ sebanyak 320 ribu (wow, nominal yang sangat fantastis sekaligus mengerikan). Dan semua bala’ tersebut berkumpul dalam satu hari yakni di Rabu akhir bulan Shofar. Dan disebutkan pula bahwa hari tersebut adalah hari yang terberat dalam setahun. Oleh karena itu, kita dianjurkan untuk melakukan beberapa tips dibawah ini.
1. Melakukan sholat empat (4) rokaat
– Di rokaat awal membaca surat Al Kautsar sebanyak 17x
– Di rokaat kedua membaca surat Al Ikhlas sebanyak 15x
– Di rokaat ketiga membaca surat Al Falaq sebanyak 1x
– Di rokaat keempat membaca surat An Naas sebanyak 1x
2. Membaca doa sebagai berikut
(Bismillahirrahmanirrahim, Allahumma sholli wa sallim ala sayyidina Muhammadin ‘abdika wa nabiyyika wa rosuulikan nabiyyil ummiyyi wa ‘ala aalihi wa shohbihi wa baarik wa sallim, Allahumma inni a’udzu bika min syarri hadzasy syahri wa min kulli syiddatin wa balaa_in wa baliyyatin qoddartaha fiihi Yaa Dahru, Yaa Maalikad Dunya wal Akhiroh, Yaa ‘Aliman bima kaana wa maa yakuunu wa man idza arooda syai_an ayyaquula lahuu kun fayakun, Yaa azaliyyu Yaa Abadiyyu Yaa Mubdi_u Yaa Mu’idu Yaa Dzal Jalaali wal Ikroom, Yaa Dzal ‘Arsyil Majiid, Anta taf’alu maa turiid, Allahummahrus bi’ainika nafsi wa ahli wa maali wa waladi wa diini wa dunyaya allati ibtalaitani bishuhbatiha bihurmatil abroori wal akhyaari, birohmatika Yaa ‘Aziizu Yaa Ghoffar, Yaa Kariimu Yaa Sattaru Yaa arhamarrohimiin, Allahumma Yaa Syadiidal Quwa, Yaa Syadiidal Mihaali Yaa ‘Aziizu dzallat li ‘izzatika jamii’u kholqika, ikfinii ‘an jamii’I kholqika Yaa Muhsinu Yaa Mujammilu, Yaa Mutafadhilu Yaa Mun’imu Yaa Mukrimu, Yaa Man Laailaha illa Anta birohmatika Yaa Arhamarrohimiin, Allahumma bisirril Hasani wa akhiihi wa jaddihi wa abiihi, ikfini syarro hadzal youmi wa ma yanzilu fiihi Yaa Kaafi, fasayakfiikahumullahu wa huwas samii’ul ‘aliim, wa hasbunallahu wa ni’mal wakiil, wa laa haula wa laa quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘adziim, wa shollallahu ‘ala sayyidina Muhammadin wa ‘ala Aalihi wa shohbihi wa sallam)
3. Menulis di atas kertas kemudian melarutkannya ke dalam wadah air. Bacaannya:
(Salaamun qoulam min robbir rohiim) (Salaamun ‘ala Nuuhin fil ‘aalamiin) (salaamun ‘ala Ibroohiim) (salaamun ‘ala Musa wa Haruun) (Salaamun ‘ala Ilyaasiin) (Salaamun ‘alaikum thibtum fadhkuluuha khoolidiin) (Min kulli amrin salaamun hiya hatta mathla’il fajr)
Tulisan di atas pakai huruf arab loh ya.

Mudah mudahan Allah melindungi kita selalu dari segala macam bahaya dan bala’. Amiiin

Penulis Val Hasan

Sekilas Foto Suasana Pesantren Zainul Hasan Genggong

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.